Perbedaan Rebonding dengan Smoothing

Perbedaan Rebonding dengan Smoothing

Sebelum mengetahui perbedaan rebonding dengan smoothing, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu alasan mengapa banyak orang yang melakukan dua perawatan rambut ini. Rambut adalah mahkota bagi setiap orang, khususnya bagi kaum wanita. Keindahan rambut menjadi salah satu hal yang wajib diperhatikan. Bahkan, rambut yang indah sangat berpengaruh pada kecantikan dan penampilan.

Di masyarakat, ada anggapan wanita bahwa kesempurnaan penampilan akan hadir jika memiliki rambut lurus . Rambut lurus dinilai lebih mudah diatur dan juga lebih sedap dipandang.

Untuk itulah, banyak orang dengan rambut ikal dan keriting ingin mengubah kondisi rambutnya menjadi lurus. Ada dua jenis teknik pelurusan rambut yang paling populer, yaitu rebonding dan smoothing. Meski bertujuan sama, yaitu meluruskan rambut, kedua jenis teknik pelurusan rambut ini ternyata memiliki perbedaan di beberapa aspek.

Nah, bagi Anda yang berencana ingin meluruskan rambut, ada baiknya Anda mengenal perbedaan antara kedua teknik pelurusan rambut. Hal ini penting untuk diketahui agar tidak menimbulkan rasa kecewa di kemudian hari. Berikut ini beberapa perbedaan rebonding dengan smoothing yang akan membantu Anda dalam menentukan pilihan pada teknik pelurusan rambut yang sesuai dengan keinginan Anda.

Perbedaan Rebonding dengan Smoothing

1.    Pengertian

Dilihat dari pengertiannya, rebonding dan smoothing memiliki arti yang berbeda. Rebonding merupakan teknik pelurusan rambut dengan menggunakan bahan kimia yang bekerja dengan mengubah atau memotong ikatan kutikula dalam rambut dan mengubah struktur alami rambut menjadi lurus.

Sedangkan smoothing adalah teknik pelurusan rambut dengan bahan yang mengandung protein yang tidak mengubah struktur asli rambut, tapi hanya mengubah rambut menjadi tampak halus, lurus, mudah diatur, dan rapi.

2.    Jenis Rambut yang Cocok untuk Masing-Masing Perawatan

Perbedaan rebonding dengan smoothing yang selanjutnya adalah mengenai jenis rambut yang cocok untuk dua teknik pelurusan rambut ini. Tak semua jenis rambut bisa direbonding atau smoothing. . Untuk itu, sebelum Anda memilih salah satu teknik pelurusan rambut, kenali dahulu jenis rambut Anda.

Bagi Anda yang memiliki rambut yang sangat ikal atau keriting, maka rebonding akan menjadi pilihan yang lebih baik karena efek lurus pada rambut akan lebih maksimal. Sedangkan smoothing lebih cocok bagi Anda yang memiliki jenis rambut lurus atau ikal dengan tingkat sedang, tetapi cenderung sulit diatur dan mudah kusut. Dengan melakukan smoothing, rambut tidak perlu lagi diluruskan dengan pelurus rambut, sehingga akan menghemat waktu Anda dalam merapikan rambut.

3.    Hasil Akhir

Perbedaan rebonding dengan smoothing juga dapat dilihat dari efek atau hasil akhirnya. Hasil akhir dari proses rebonding akan terlihat sangat lurus, yaitu rambut benar-benar lurus dan terkesan tidak natural. Sementara rambut lurus dari hasil dari proses smoothing terlihat lebih alami.

Jika Anda ingin mendapatkan rambut yang sangat lurus, lebih baik pilih pelurusan rambut dengan teknik rebonding. Namun, jika Anda ingin mendapatkan rambut lurus yang masih terlihat natural atau lembut, ada baiknya Anda memilih meluruskan rambut dengan teknik smoothing.

4.    Daya Tahan

Rambut yang dismoothing dan direbonding akan sama-sama lurus dalam jangka waktu tertentu. Rambut lurus dengan proses rebonding akan bertahan dalam jangka waktu lama, sekitar 7 bulan hingga 1 tahun. Sedangkan rambut lurus dengan proses smoothing hanya bersifat sementara, yaitu maksimal selama 3 bulan saja.

Meski berbeda dalam hal daya tahan, kedua teknik pelurusan tersebut sama-sama berisiko membuat rambut kering dan tidak bercahaya. Untuk itu, dalam merawat rambut hasil rebonding atau smoothing perlu produk sampo dan kondisioner yang mengandung minyak alami. Penggunaan minyak alami ini bertujuan untuk mengembalikan kelembapan alami rambut.

5.    Lama Pengerjaan

Proses pengerjaan pelurusan rambut dengan metode rebonding biasanya lebih cepat dibanding dengan proses smoothing. Untuk pengerjaan proses rebonding pada rambut dengan panjang sedang, waktu yang diperlukan adalah sekitar 2-3 jam.

Sedangkan proses pelurusan rambut dengan teknik smoothing memerlukan waktu yang lebih lama, minimal selama 3 jam. Untuk melakukan proses smoothing pada rambut dengan panjang sedang, perlu waktu sekitar 3-3,5 jam. Untuk itu, teknik smoothing lebih tepat dilakukan bagi Anda yang memiliki banyak waktu luang atau santai.

6.    Harga

Perbedaan rebonding dengan smoothing juga tampak jelas pada banyaknya biaya yang dikeluarkan. Pelurusan rambut dengan teknik rebonding biasanya jauh lebih murah dibandingkan dengan teknik smoothing. Hal ini dipengaruhi oleh jenis bahan kimia yang digunakan dan panjang rambut yang akan diluruskan.

Biasanya, selisih biaya antara rebonding dengan smoothing sekitar 50%. Biaya pengerjaan pelurusan rambut dengan teknik rebonding pada rambut dengan panjang medium di salon mencapai Rp100.000,00-Rp200.000,00. Sedangkan smoothing di salon  biasa bisa menghabiskan biaya sebesar Rp250.000,00-Rp350.000,00.

7.    Perawatan Rambut setelah Pelurusan

Perbedaan rebonding dengan smoothing juga terdapat pada  perlakuan atau perawatan  setelah meluruskan rambut. Perawatan untuk rambut yang diluruskan dengan teknik smoothing biasanya lebih mudah jika dibandingkan perawatan rambut yang direbonding.

Bagi Anda yang rambutnya baru saja  direbonding, Anda tidak boleh melakukan beberapa proses penataan rambut, seperti blowdry dan mengecat rambut pada bulan pertama.  Paparan bahan kimia dari cat rambut akan membuat rambut menjadi kering dan rusak.

Sedangkan bagi Anda yang melakukan smoothing, Anda bebas untuk menata dan mengubah gaya rambut Anda. Meski jenis perawatannya berbeda, rambut yang diluruskan dengan teknik rebonding maupun smoothing terkadang memiliki jenis perawatan yang sama. Setelah melakukan rebonding atau smoothing, Anda perlu menggunakan sampo yang mengandung keratin untuk menjaga rambut agar tetap lembut, lurus, mudah diatur, dan berkilau.

8.    Risiko Kegagalan

Meski perbedaan rebonding dengan smoothing tak terlalu mencolok, tetapi keduanya memiliki risiko kegagalan yang berbeda. Teknik rebonding memiliki risiko kegagalan yang cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan smoothing.

Kegagalan ini bisa disebabkan karena beberapa faktor, seperti buruknya kualitas obat yang digunakan atau cara pengerjaan yang tidak tepat. Sedangkan proses smoothing diketahui memiliki risiko kegagalan yang lebih rendah karena proses pengerjaan yang relatif lebih mudah.

9.    Prosedur Pelurusan Ulang atau Retouch

Untuk mendapatkan hasil maksimal dari proses rebonding atau smoothing, maka Anda perlu meluruskan ulang atau melakukan retouch. Proses pelurusan ulang untu rambut yang direbonding bisa dilakukan setiap 6 bulan sekali. Sedangkan untuk pelurusan ulang pada rambut yang dismoothing bisa dilakukan setiap 3 bulan sekali.

Demikian beberapa perbedaan rebonding dengan smoothing yang wajib Anda ketahui. Dengan mengetahui perbedaan-perbedaan tersebut, maka Anda bisa memilih jenis teknik pelurusan rambut yang sesuai dengan keinginan dan kondisi rambut Anda. Jadi, tunggu apa lagi? Segera wujudkan rambut cantik lurus yang Anda idamkan dengan teknik rebonding atau smooting. Apa pun teknik pelurusan rambut yang dipilih, Anda wajib melakukan perawatan setelah pelurusan supaya rambut tetap cantik dan sehat. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *